Awasi Seluruh Kegiatan Belajar se-Situbondo Dari Dalam Ruangan

Awasi Seluruh Kegiatan Belajar se-Situbondo Dari Dalam Ruangan

Awasi Seluruh Kegiatan Belajar se-Situbondo Dari Dalam Ruangan

Oleh Root Administrator | Kategori Sekretariat | 05 Januari 2018 03:52:12

DISDIKBUD–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo (Disdikbud) memaksimalkan pengelolaan data dunia pendidikan di Kota Santri. Untuk kepentingan ini, mereka telah menyiapkan ‘rumah’ khusus yang diberi nama data pokok pendidikan ‘dapodik’.

Perangkat IT (informasi teknologi) ini mampu menampung data kepegawaian, pembelajaran, keuangan hingga sarana-prasarana. Selain itu, juga bisa diintegrasikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Misalnya, Kominfo dan Persandian, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah, Dispenduk, Bappeda serta Dinas Kesehatan.

Tak hanya itu, keberadaan fasilitas ini juga bisa digunakan untuk melakukan fungsi monitoring terhadap kegiatan belajar mengajar di setiap UPTD dan sekolah di seluruh Kabupaten Situbondo. Sebab, ada CCTV yang terkoneksi dengan tempat-tempat tersebut. Yang istimewa, semua data tersebut dapat diakses di layar LCD sebesar 6 x 3 meter.

Dapodik seluruhnya akan dirangkum dalam sistem informasi pendidikan terpadu. Hal ini akan memudahkan pencapaian target kinerja bidang pendidikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) di ruang Command Center, Kamis 12 April 2018.

Kepala Dispendikbud, Dr. Fatkhor Rakhman M.Pd mengatakan, adanya data dapodik yang terintegrasi dalam sistem informasi terpadu diharapkan dapat mempercepat pencapaian target kinerja pendidikan dalam segala bidang. Baik peningkatan mutu Sumber Daya Manusia maupun fasilitas-fasilitas pendidikan lainnya.

"Maintenance sistem informasi yang dibangun bekerjasama dengan Kominfo. Semua data Dispendikbud akan terhubung dengan data di instansi lain," ujarnya.

       Instansi lain yang terkait meliputi Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk integrasi data PNS Dispendikbud ; Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) untuk integrasi Data Gaji PNS Dispendikbud ; Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk integrasi seluruh data pokok pendidikan (dapodik) ; Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk integrasi data kependudukan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk integrasi data kesehatan siswa.

       Fathor menyatakan, adanya sistem informasi tersebut mempermudah akses informasi kondisi sekolah secara rinci. Seperti kondisi bangunan sekolah, jumlah murid, hingga keberadaan guru di saat jam kerja juga dapat dipantau. "Jadi para guru ataupun pengawas tidak bisa lagi beralasan aneh-aneh ketika jam kerja tidak berada di sekolah," ulasnya.

       Fathor mengatakan, adanya data yang valid juga semakin mempermudah dalam membuat kebijakan pada suatu program. Misal bantuan pembangunan sekolah, sekolah yang terdata memiliki kondisi yang paling buruk yang akan diperbaiki. "Sehingga masalah bangunan sekolah yang tak layak dapat segera teratasi," pungkasnya.

       Sementara itu, Bupati H. Dadang Wigiarto SH menyampaikan, bersama Wakil Bupati Ir. H. Yoyok Mulyadi, M.Si sangat mengapresiasi sistem informasi terpadu yang dibangun oleh Dispendikbud. Menurutnya, kehadiran aplikasi akan menciptakan efisiensi kecepatan dan kontrol pendidikan yang bagus.

"Bukan hanya mendorong, tapi kami menugaskan agar sub-sub data pada aplikasi sistem informasi ini segera dibuat. Terutama yang berhubungan dengan dinas-dinas lain," paparnya.

Bupati Dadang menuturkan, koneksi data yang baik dapat membuat kebijakan yang dikeluarkan lebih tepat sasaran. Kemanfaatannya pun dapat lebih besar dirasakan oleh masyarakat. "Beasiswa Unggul Situbondo untuk selanjutnya dapat tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya. (*)