Disdikbud Gelar Pendataan Seni dan Budaya

Disdikbud Gelar Pendataan Seni dan Budaya

Disdikbud Gelar Pendataan Seni dan Budaya

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Kebudayaan | 24 Februari 2018 04:29:14

DISDIKBUD– Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Senin 26 Februari 2018 menggelar pendataan seni dan budaya. Kegiatan ini bertempat di aula lantai II STKIP PGRI Situbondo.

Pendataan seni dan budaya dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 34 peserta. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua orang. Yakni, satu orang dari akademisi (penilik sekolah) dan satu orang praktisi seni.

          Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman berharap, kegiatan ini dapat menginventarisir kekayaan budaya yang ada di Kota Santri. Selain itu, tambahnya, akademisi maupun praktisi bisa menciptakan budaya dan seni lokal yang dapat diterima masyarakat.

“Hasilnya dapat dijual keluar daerah baik di tingkat nasional maupun internasional. Yang paling penting, seni dan budaya ini bisa menopang kepariwisataan, sehingga berkontribusi mensukseskan  program kunjungan wisata tahun 2019 nanti,” harapnya.

          Dalam pandangan Fathor, Sumber Daya Manusia (SDM) nya juga perlu ditingkatkan. Makanya, perlu ada identifikasi awal tentang kompetensi atau profesi budaya dan seni. “Ini dalam rangka perencanaan peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi SDM kebudayaan dan seni  baik yang ada di pemerintah maupun masyarakat,” terangnya.

Sehingga ke depan, mereka berkontribusi dalam proses pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM yang akan dilakukan pemerintah melalui Dispendikbud. “Pemerintah memang akan terus meningkatkan kompetensi SDM yang ada,” kata Fathor.

          Kabid Kebudayaan Dispendikbud, Ahmad Nur Hidayat menambahkan, tujuan pendataan seni dan budaya untuk mengaktualisasi dan merevitalisasi seni dan budaya yang ada. Baik di masyarakat maupun di lembaga pendidikan.

Kata dia, saat ini, sudah ada beberapa jenis seni dan budaya yang terdata di Dispendikbud. Jumlahnya mencapai 104 jenis. Diharapkan, dengan pendataan tersebut dapat memberikan semangat baru kepada para praktisi dan akademisi dalam melestarikan seni dan budaya yang ada.

“Sehingga jumlah seni dan budaya yang ada terus meningkat. Hasil cipta karya praktisi dan akademisi bisa diterima masyarakat,” pungkasnya. (*)