Dua SMP di Situbondo Gunakan Smart Board

Dua SMP di Situbondo Gunakan Smart Board

Dua SMP di Situbondo Gunakan Smart Board

Oleh Root Administrator | Kategori General | 15 Februari 2018 04:25:10

DISDIKBUD– Dua SMP Negeri di Kabupaten Situbondo telah menggunakan smart board sejak beberapa bulan yang lalu. yakni, di SMPN 1 Situbondo dan SMPN 3 Situbondo. Penggunaan teknologi pendidikan tersebut diakui sangat mendukung terhadap kegiatan belajar-mengajar siswa dan guru.

          Langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo terhadap dua sekolah tersebut memang tergolong progresif. Sebab, tidak banyak kabupaten/kota yang mampu melakukan seperti ini. Di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari.

Di SMPN 1 Situbondo di setiap kelas sudah menggunakan smart phone lengkap dengan chormebooks. Demikian juga di SMPN 3 Situbondo. “Jadi kita sudah tidak memakai papan manual. Semua kelas menggunakan smart board dalam penyampaian materi,” terang kepala SMPN 1 Situbondo, Tatik Krisnawati, 15 Februari 2018.

Diakui, fasilitas teknologi pendidikan ini sangat memudahkan guru maupun siswa. Tatik mengaku, dari 31 kelas, sudah tersedia 32 unit smart board. Satu unit ditempatkan di ruang pertemuan. Menurutnya, manfaat smart board lebih dari komputer. “Karena selain bisa browsing, bisa menulis seperti papan. Sudah layar sentuh juga,” katanya.

Materi tidak hanya dari guru saja, karena siswa bisa browsing langsung. Untuk mata pelajaran Biologi misalnya, siswa mencari sendiri gambar organ tubuh manusia. “Bagian yang akan dipelajari tinggal dibesarkan. Jadi, siswa tahu langsung bentuk organ tubuh yang dicari,” katanya.

Tatik mengatakan, dengan adanya smart board, pembelajaran berlangsung menyenangkan. Karena itu, dia menilai, teknologi tersebut akan membuat daya serap siswa dalam memahami pelajaran lebih besar. “Psikologi anak kalau sudah tertarik, daya serap tinggi,” tambahnya.

Guru juga mendapatkan kemudahan. Tatik mengatakan, tugas guru dalam mamenej kelas, baik penugasan maupun pengawasan jelas lebih mudah. “Mau buat jurnal, ulangan, dan lain sebagainya, bisa melalui sistim itu,” imbuhnya.

Tatik menerangkan, di lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu, sistim penilaian sudah berbasis teknologi. Out put penilaian yang diberikan guru langsung keluar di sistim. “Baik penilaian berbasis kelas maupun penilaian harian,” katanya.

Untuk penilaian kelas maupun harian, baru ada enam ruangan yang sudah siap. Karena itu, ke depan akan terus dikembangkan. “Agar anak-anak bisa ulangan dimana saja. Tidak harus diruangan khusus,” ujar Tatik.

Tatik mengaku, progres pemanfaatan smart board sudah berjalan sekitar 50 persen. Dalam pandangannya, hal ini wajar karena baru dua bulan berjalan. “Namanya alat baru, perlu penyesuaian,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Situbondo, Junaedi mengaku, smart board tersebut sangat memudahkan siswa. Menurutnya, ini sekaligus untuk peningakatan kompetensi IT siswa. Karena itu, penggunaan papan teknologi tersebut sangat berguna.

Dia menambahkan, penggunaan smart board jelas berdampak terhadap kemampuan siswa dalam memahami pelajaran. Sebab, dalam penyampaian materi akan lebih menarik. “Materi yang dibutuhkan yang berhubungan dengan kompetensi dasar, langsung browsing,” katanya.

Junaidi mengaku, di SMPN 3 Situbondo ada 24 unit smart board. Artinya, semua kelas SMPN 3 Situbondo sudah menggunakannya. (*)