Kadispendikbud Situbondo Pantau Langsung Latihan UNBK

Kadispendikbud Situbondo Pantau Langsung Latihan UNBK

Kadispendikbud Situbondo Pantau Langsung Latihan UNBK

Oleh Root Administrator | Kategori General | 19 Februari 2018 04:26:27

DISDIKBUD- Seluruh lembaga pendidikan SMP di Kabupaten Situbondo mulai melakukan latihan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis 15 Februari 2018. Itu untuk mematangkan pelaksanaan UNBK.

          Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman berharap, latihan UNBK dilaksanakan secara jujur. Sehingga, bisa menjalankan fungsi evaluasi dengan benar. “Karena jujur itu tidak hanya kepribadian saja, tapi kompetensi hasil yang diperoleh oleh para  siswa yang sebenarnya,” ujarnya.

Fathor menerangkan, UNKB merupakan program nasional. Salah satu tujuannya, membangun kejujuran siswa. Karena tidak mungkin ada kecurangan di dalamnya. “Tidak akan terjadi soal bocor, soal diperoleh dari pihak lain, soal itu dapat dari guru, atau tim sukses yang dibuat oleh sekolah,” terangnya.

Karena itu, Dispendikbud akan mengupayakan agar lebih banyak lagi sekolah yang bisa melaksanakan UNBK. Akan tetapi, pemerintah tidak bisa memaksa sekolah untuk melaksanakan ujian berbasis komputer itu karena belum tercukupinya sarana komputer yang dimiliki. “Tetapi kita berkomitmen, ke depan seluruh sekolah harus mutlak UNKB,” kata Fathor.

Targetnya, tahun 2019 sudah tidak ada lagi sekolah melaksanakan ujian nasional berbasis kertas. Khusunya, lembaga SMP Negeri. Karena itu, Dispendikbud akan menginventarisir sarana yang dimiliki sekolah.

“Sekolah yang sarananya kurang, maka kewajiban pemerintah memenuhinya. Nanti kita sampaikan ke Pemprov maupun pusat, sehingga semua pihak bergandengan tangan mewujudkan pemenuhan sarana prasarana,” katanya.

Untuk sekolah-sekolah negeri, Fathor memastikan tahun depan bisa melaksanakan UNBK. Saat ini, melalui program smart society yang dicanangkan bupati, telah menunjuk tiga sekolah yang melaksanakan model pembelajaran berbasis komputer (roombook). Ini akan mempercepat pemerataan pelaksanaan UNBK.

“Untuk sekolah swasta karena polanya hibah, tentu kita akan atur sedemikian rupa sehingga semua sekolah bisa melaksanakan UNBK,,” kata Fathor.

Sedangkan untuk SD, Fathor mengaku, belum bisa melaksanakan UNBK. Sebab, jumlahnya cukup banyak, sekitar 440 Lembaga. “Kalau dilaksanakan semua, kanyaknya belum memungkin. Tetapi kalau sebagai salah satu ploting percontohan sangat mungkin. Misalnya di sekolah-sekolah favorit,” pungkasnya. (*)