Memanfaatkan Digitalisasi Data

Memanfaatkan Digitalisasi Data

Memanfaatkan Digitalisasi Data

Oleh Root Administrator | Kategori General | 22 Maret 2018 00:00:00

DISDIKBUD – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) berharap agar sekolah-sekolah lebih maksimalkan dalam memanfaatkan digitalisasi data pendidikan. Salah satunya adalah dengan meng-update dan melakukan akurasi data setiap saat.

        Kepala Dispendikbud Situbondo, Fathor Rakhman menyampaikan, tujuan akurasi data tersebut untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya terhadap situasi sekolah. Misalnya mengenai letak kordinat dan kondisi sarana prasarana.

        “Dengan pemaksimalan digital, kita bisa tahu mengenai keadaan sarana-prasarana yang ada. Apakah sudah sesuai dengan keadaannya?  Termasuk sumberdaya manusia di sekolah tersebut, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan sekolah?” terangnya, 22 Maret 2018.

        Fathor juga mengharap agar dari sekolah-sekolah yang ada di Situbondo agar lebih memperhatikan prestasi siswa mereka. “Prestasi-prestasi siswa secara bertahap harus mulai mendapat perhatian dari sekolah. Sehingga, mereka mendapatkan porsi yang seimbang. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena hingga saat ini, siswa kita masih berada pada even-even olimpiade seni maupun sains. Itu pun belum menonjol di level porfinsi maupun nasional. Karenanya lewat upaya-upaya, sekolah bisa banyak berbicara terntang prestasi siswa.” paparnya.

        Fathor  juga menginginkan agar setiap kecamatan mau berkopetensi untuk melahirkan sekolah-sekolah yang dapat dibanggakan masyarakat. “Seperti halnya sekolah adiwiyata. Masing-masing kecamatan belum sepenuhnya. Lantas sekolah rujukan yang memiliki keunggulan-keunggulan. Ini juga belum seluruhnya ada,” ucapnya.

Selain itu, Fathor berharap agar penggunaan digital di sekolah ini dapat merubah menejement sekolah dari yang tradisional menjadi lebih maju. Misalnya dalam hal pengelolaan keuangan di masing-masing sekolah.

“Saat ini masih banyak yang tidak pada tempatnya. Misalnya pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tabungan siswa.  Banyak yang masih menggunakan cara-cara tradisional. Sementara pemerintah daerah berharap semua siswa mau menabung di bank. Semua itu tentu harus dipelopori oleh sekolah masing-masing,” cetusnya. (*)