Perlu Tumbuhkan Rasa Senang Menulis

Perlu Tumbuhkan Rasa Senang Menulis

Perlu Tumbuhkan Rasa Senang Menulis

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 22 Januari 2018 04:04:40

DISDIKBUD – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, dr Fathor Rakhman membuka acara pelatihan jurnalistik tingkat dasar di SMPN 3 Situbondo, Sabtu 20 Januari 2018. Dia menyampaikan, menulis bukanlah pekerjaan mudah. Memerlukan kemampuan dan ketelatenan.

“Karena itu, kami berharap kepada siswa SMPN 3 Situbondo yang dipilih mengikuti pelatihan jurnalistik, bisa menjandi penulis yang hebat,” ujar Kadisdikbud saat memberikan sambutan.

Acara pelatihan jurnalitik dasar diikuti sebanyak 25 siswa yang terdiri dari kelas VII dan kelas VIII. Siswa yang diikutkan pelatihan karena dinilai memiliki bakat dalam bidang menulis dan interview.

Menurut Fathor, untuk menjadi penulis handal, perlu menumbuhkan rasa senang dengan dunia tulis menulis. Dengan demikian, akan muncul semangat tinggi dalam belajar. “Kalau kecintaan dalam menulis belum terbangun, maka sangat sulit” ujarnnya.

Dia menyampaikan, dalam menulis ada kaidah-kaidahnya. Seperti kaidah berbahasa. Dengan memperhatikan alur-alurnya, tulisan akan sesuai dengan subtansi dan judul. “Jangan sampai keluar dari makna yang kita tulis,” kata Fathor.

          Kepada siswa yang mengikuti pelatihan jurnalistik, Fathor berharap agar tidak hanya dijadikan sebagai kegiatan serimonial. Tetapi yang tidak kalah penting, bisa menghasilkan produk. “Siswa SMPN 3 Situbondo harus bisa membuktikan, bahwa siswa di sini bisa menulis,” pungkasnya.

Pelatihan jurnalistik ditempatkan di Aula Laboratorium SMPN 3 Situbondo. Narasumber yang didatangkan, Pemred Jawa Pos Radar Situbondo, Edy Supriyono.  

          Kepala SMPN 3 Situbondo, Junaidi menerangkan, pelatihan jurnalistik tersebut merupakan implementasi Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang gerakan literasi sekolah. Kata dia, dalam Permendikbud itu ditegaskan, bahwa sekolah harus menyiapkan waktunya selama 15 menit sebelum masuk kelas untuk membaca buku non mata pelajaran. “Pendidikan jurnalistik ini merupakan pengembangan  dari literasi sekolah,” katanya.

          Dia menambahkan, hasil dari pelatihan akan menelurkan majalah sekolah. Dari para peserta itu nantinya ada yang akan menjadi reporter, redaktur, dan pimred. “Intinya, majalah sekolah dibuat oleh siswa SMPN 3 Situbondo dan dibaca oleh rekan-rekannya. Dari siswa untuk siswa,” imbuh Junaidi.

          Junaidi berharap, dengan pelatihan jurnalistik, siswa-siswi SMPN 3 Situbondo bertambah wawasannya. Ide-ide yang dimiliki bisa disalurkan lewat tulisan melalui majalah sekolah. “Sebelumnya, siswa menempelkan tulisannya di gedung-gedung sekolah. Setelah ini, siswa harus bisa membuat majalah,” katanya.

Untuk penerbitan majalah, Junaidi mengaku, sekolah sudah menyiapkan fasilitas. Seperti tempat, komputer, serta perlengkapan lainnya. “Semoga semuanya segera terwujud,” pungkas Junaidi.  (*)