Sosialisasi Gerakan Siswa Gemar Menabung

Sosialisasi Gerakan Siswa Gemar Menabung

Sosialisasi Gerakan Siswa Gemar Menabung

Oleh Root Administrator | Kategori General | 31 Januari 2018 04:22:23

DISDIKBUD- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama dengan PT. BPR Syariah Situbondo melakukan sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk Simpanan Tabungan Siswa dan Tabungan Peduli Siswa (TPS). Acara yang ditempatkan di aula KPRI Raung, Talkandang, Selasa 30 Januari 2018 tersebut dihadiri Bupati Dadang Wigiarto dan Kadisdikbud, Fathor Rakhman.

Hadir pula Dirut PT BPR Syariah Situbondo, H. Basrawi Yudhi Nugroho dan  Ketua Panitia Drs. Yondirianto. Acara ini diikuti 182 kepala sekolah dasar (SD) dari wilayah tengah Situbondo.

Kepala Disdikbud, Dr Fathor Rakhman menerangkan, kegiatan sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk STS  dan TPS memiliki tujuang agar bidang pendidikan juga memiliki peran membantu membesarkan PT. Bank Syariah. “Saham BPR Syariah, sebagian besar milik Pemerintah Kabupaten Situbondo. Karenanya, bidang pendidikan mengambil peran, pertama  lewat kegiatan sosial pedidikan asuransi siswa kepada seluruh siswa di Kabupaten Situbondo,” terangnya.

Yang kedua adalah memberikan pembelajaran edukasi menabung bagi siswa yang tertib, bermanfaat bagi siswa, bagi pendidikan secara umum. Polanya bagaimana seluruh siswa yang menabung difasilitasi oleh PT. Bank Syariah. “Selain itu, bagaimana tabungan itu benar-benar bisa sesuai dengan peruntukan dan kembali kepada siswa suatu saat yang diperlukan,” terangnya.

Jika ada keluhan-keluhan, tentu Bank Syariah akan memfasilitasi. Contoh pola yang selama ini terjadi adalah saat BOS mengalami keterlambatan, biasanya pihak sekolah memanfaatkan tabungan siswa. Maka, saat ini dengan kerjasama dengan Bank Syariah tidak perlu memanfaatkan tabungan siswa.

“Bank Syariah tanpa bunga dan Bank Syariah pro aktif datang kesekolah-sekolah untuk jemput bola mencatat di masing-masing sekolah dan  siswa. kita mempunyai sistem informasi pendidikan yang semua terdata terhubung juga dengan barbagai SKPD,” ungkapnya.

Fathor Rakhman berharap, persoalan-persoalan tentang pemanfaatan keuangan di lingkungan sekolah khususnya di sekolah dasar, di TK dan PAUD, semua menjadi tertib dan tidak ada persoalan di masyarakat. “Kita harapkan menjadi budaya bagi anak-anak kita untuk menjadi anak gemar menabung di Kabupaten Situbondo,” ungkapnya.

Bupati H. Dadang  menyampaikan, peradaban masyarakat ditentukan oleh pendidikan yang diterima anak sejak dini. Kepala sekolah memegang peranan penting dan strategis melalui kebijakan yang mengatur guru dalam membentuk karakter anak didik.

Salah satu cara membentuk karakter anak yang positif, kata Bupati, dengan mengajarkan untuk hemat dan gemar menabung. Bupati meminta para kepala sekolah menjadi agen perubahan dan contoh gemar menabung bagi guru dan anak didik. Sehingga, anak-anak memiliki pengetahuan bagaimana cara mengelola uang sakunya dengan benar dan tidak boros.(*)