Workshop Perangkat Pembelajaran

Workshop Perangkat Pembelajaran

Workshop Perangkat Pembelajaran

Oleh Root Administrator | Kategori General | 03 Mei 2018 04:36:00

DISDIKBUD- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) dr Fathor Rakhman, mengapresiasi kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran. Sebab, kegiatan yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Situbondo ini dinilai sangat dibutuhkan guru.

Menurut Kadisdikbud, pemahaman mengenai tata cara penyusunan perangkat pembelajaran merupakan hal yang penting diketahui oleh para guru. “Dengan work shop ini akan membantu para guru mencapai keadaan yang ideal untuk pemenuhan kapasistas dan kompetensi,” terangnya saat memberikan sambutan.

Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dalam rangka Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) digelar pada 2 Mei 2018 di home stay Arabica Bondowoso. Kegiatan kali ini diikuti 60 guru swasta se-Situbondo.  

Ketua MKKS SMP Swasta Situbondo, Badri menyampaikan, workshop bertujuan memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal. Khususnya penguasaan substansi pada materi pembelajaran, penyusunan silabus, hingga bahan-bahan pembelajaran. “Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengadopsi pendekatan pembaruan pembelajaran. Agar dapat menjadi guru yang lebih profesional,” terangnya.

        Badri menambahkan, MGMP di Kabupaten Situbondo belum optimal digunakan sebagai wadah guru untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Khususnya  yang berkaitan dengan tugas pokok guru. “Karena itu, diperlukan upaya revitalisasi kelompok kerja MGMP SMP swasta di Kabupaten Situbondo. Agar aktivitas yang dilakukan oleh kelompok kerja tersebut dapat memberikan manfaat. Terutama dalam upaya peningkatan kompetensi guru,” jelasnya.

Berdasar hal itu, kata Badri, pelaksanaan workshop tersebut dapat memberikan kontribusi dalam menumbuh-kembangkan budaya pembelajaran yang prima. “Sehingga bisa berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan nasional,” terangnya.(*)