45 Guru Susun Kisi-kisi dan Naskah Soal UASBN SMP

45 Guru Susun Kisi-kisi dan Naskah Soal UASBN SMP

45 Guru Susun Kisi-kisi dan Naskah Soal UASBN SMP

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 17 April 2020 13:46:04

Kasie Pembinaan SMP dan Layanan Khusus, Dispendikbud, Hari Subagio (tengah) menyampaikan pesan kepada tim kisi-kisi dan pembuat naskah soal UASBN SMP

DISPENDIKBUD– Kisi-kisi dan naskah soal Ujian Akhir Sekolah Berbasis Nasional (UASBN) SMP masih dalam tahap penyusunan. Tim yang terdiri dari guru mata pelajaran (mapel) dan beberapa kepala sekolah pendamping itu berjumlah 45 orang.
Kasie Pembinaan SMP dan Layanan Khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Hari Subagio meminta kepada tim untuk melaksanakan tugasnya dengan profesional. “Harapan saya, naskah dan kisi-kisi bisa diselesaikan tepat waktu,” katanya, Selasa 04 Februari 2020.
Kemudian, yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan naskah soal. Hari mengatakan, orisinalitas soal yang dibuat harus menjadi prioritas utama. “Jadi, harus dijaga. Kita tidak ingin muncul sinyalemen, bahwa naskah milik tim yang menyusun. Kerahasiaan dijaga dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri, Agus Triono menerangkan, penyusunan oleh tim diawali dengan pemetaan. Dalam kisi-kisi, sudah mengakomodir pelajaran kelas VII sampai kelas IX. Dengan rincian, sepuluh persen materi kelas VII, 20 persen kelas VIII, dan materi kelas IX 70 persen. 
“Dalam kisi-kisi telah mengakomodir KD (Kompetensi Dasar). Setelah itu selesai, tahap selanjutnya, tim akan menyusun naskah soal,” terang pria yang juga menjabat Kepala SMPN 4 Situbondo itu.
Agus menerangkan, masing-masing soal disusun oleh tiga guru mapel dengan didampingi satu kepala sekolah. Dia mengaku, guru yang ditunjuk dalam tim pembuat soal telah mendapatkan rekomendasi dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Guru-guru yang punya kompetensi bagus yang dikirim MGMP,” jelasnya 
Ada sepuluh mapel yang dibuatkan soal. Khusus untuk pelajaran Matematika dan IPA, jumlah soalnya 40 dengan pilihan ganda semua. Sedangkan mapel sisanya 50 soal. “Materi UNBK IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika menggunakan sistem CBT (Computer Based Test),” terang Agus. 
Untuk pelaksanaan UNBK berbasis online tersebut, Dispendikbud telah menyediakan perangkatnya. Sehingga dinas juga bisa langsung memantau nilai yang diperoleh siswa. “Ini untuk melatih anak-anak dalam memanfaatkan IT,” pungkasnya. (*)