Dinas Pendidikan Blitar Studi Banding Data Center

Dinas Pendidikan Blitar Studi Banding Data Center

Dinas Pendidikan Blitar Studi Banding Data Center

Oleh Root Administrator | Kategori General | 02 Januari 2019 09:39:12

DISDIKBUD– Data Center di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo menarik perhatian kabupaten tetangga. Adalah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar yang tertarik melakukan studi banding.
Rombongan dari Dispendik Kabupaten Blitar dipimpin langsung Kabid Pembinaan Ketenagaan, Munthohar. Ada 26 pejabat yang ikut studi banding. Mereka diterima Kabid PTK, Nurhidayat dan Kabid Dikdas, Sukarnadi. 
Rombongan ingin melihat secara langsung sistem kerja data center. Munthohar mengakui, jika data center milik Disdikbud Kabupaten Situbondo sangat luar biasa. Sebab itulah, Kabupaten Blitar merasa perlu untuk juga bisa memiliki. 
“Salah satu manfaat yang kita rasakan dengan data centre ini adalah efesien dan efektif. Dengan data center itu, kita tidak perlu sering-sering turun ke bawah karena kita melakukan pemantauan melalui data center tersebut. Namun, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Ini yang perlu dipikirkan matang-matang,” ujarnya.
Kata Muntohar, Kabupaten Blitar juga memerlukan data centre. Sebab, kondisi Blitar tak jauh beda dengan Kabupaten Situbondo. Misalnya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang berada di daerah pegunungan dan pelosok. Sehingga, dengan adanya data center, semuanya akan terpantau dengan baik.
Sementara itu, Kabid PTK Disdikbud Situbondo, Nurhidayat mengaku wajar jika data centre Kabupaten Situbondo menarik perhatian kabupaten/kota tetangga. Sebab, memang tak banyak yang memiliki di Indonesia, apalagi di Jawa Timur. 
“Memang sangat sedikit Dinas Pendidikan di Indonesia yang memiliki data center. Termasuk Kabupaten Blitar, tidak punya sistem online yang bisa berperan multi fungsi itu. Di sana (Blitar) akan membangun juga, makanya studi banding ke sini,” ujarnya.
    Nurhidayat menerangkan, data center berisi data Dispendik. Mulai data pokok pendidikan (dapodik), data guru, hingga kondisi lembaga pendidikan. “Semunya bisa terpantau di sistem kita yang ada data center itu,” teranya kepada Jawa Pos Radar Situbondo. 
    Nurhidayat mengaku, dengan adanya data center, pemerintah tidak perlu turun ke bawah untuk melihat kondisi sekolah tertentu. Cukup klik di sistem yang tersedia, kemudian akan langsung muncul poin-poin yang dicari. Misalnya ingin tahu jumlah guru dan murid di suatu sekolah, tinggal mencarinya di sistem itu. “Tidak perlu keliling atau kunjungan ke lembaga,” jelasnya. (*)