Menjadi Narasumber Seminar Nasional di Unesa

Menjadi Narasumber Seminar Nasional di Unesa

Menjadi Narasumber Seminar Nasional di Unesa

Oleh Root Administrator | Kategori General | 30 Mei 2018 04:39:51

DISDIKBUD– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Dr. Fathor Rakhman, 26 Mei 2018 diundang menjadi narasumber dalam sebuah seminar nasional di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dia menyampaikan materi tentang penghubungan antara tatakelola dan kualitas pendidikan di daerah tertinggal.

Dalam kesempatan itu, Fathor menyampaikan, bahwa menghubungkan tatakelola atau manajemen dengan kualitas pendidikan di daerah tertiggal adalah hal yang tidak mudah. “Gambaran yang sudah nyata pada kabupaten tertinggal, kantong-kantong kemiskinan dengan ditandai angka buta aksara dapat dipastikan masih ada,” katanya.

Dia menerangkan, di kabupaten tertinggal, angka rata-rata lama sekolah masih belum tuntas. Untuk Kabupaten Situbondo, baru mencapai 5,68 persen angka rata-rata lama sekolah. “Artinya, jika dibuat rata-rata, masyarakat kita secara umum belum tuntas belajar pada jenjang SD,” katanya.

Sementara kalau dilihat dari sisi angka partisipasi kasar Kabupaten Situbondo, masih berada di posisi 98,59 persen untuk jenjang SD/MI, 73,40 persen jenjang pada satuan pendidikan SMP/MTs. Sedangkan pada jenjang SMA/SMK/MA, angka partisipasi kasarnya ada di angka 62,75 persen. “Ini kita sorot dari hal-hal yang pokok saja,” terang Fathor.

Secara umum, terang Fathor, masih banyak yang perlu dikelola dengan benar untuk mendongkrak kualitas pendidikan di daerah tertinggal. Dia mencontohkan, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.

Dalam pandangannya, dalam koridor standar pelayanan minimal, perbaikan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan utamanya guru, harus mendapatkan perhatian. Belum lagi masalah standar pemberian upah bagi guru non PNS, kepatuhan para kepala sekolah untuk pemenuhan guru berdasarkan kebutuhan dan latar profesional pendidikan, hingga kompetensi guru.

“Dan tentu juga, sangat perlu mendapatkan perhatian kita semua untuk menyelesaikan persoalan mendasar kebutuhan anggaran pendidikan,” pungkas Fathor. (*)