Bupati Apresiasi Dispendikbud Awali Penggunaan Pakaian Khas

Bupati Apresiasi Dispendikbud Awali Penggunaan Pakaian Khas

Bupati Apresiasi Dispendikbud Awali Penggunaan Pakaian Khas

Oleh Root Administrator | Kategori Sekretariat | 29 April 2019 15:53:20

Pakaian khas Situbondo tampak mendominasi
pelaksanaan apel peringatan hari pendidikan nasional
(hardiknas) tahun 2019, di halaman Kantor Bupati Situbondo,
Senin 29 April 2019. Peserta apel keluarga besar Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbub) kompak memakai
pakaian adat yang dipadukan dengan sembong dan odheng itu.
Dispedikbud Situbondo merupakan OPD pertama yang
mewajibkan penggunaan pakaian adat. Bahkan, mulai
diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan di Kota Santri.
Makanya, wajar jika pejabat di OPD tersebut, tenaga
kependidikan, serta siswa kompak memakai pakaian adat saat
upacara hardiknas.
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, upaya
Dispedikbud tersebut bagian dari cara mempromosikan
kekayaan budaya kepada masyarakat. Karena itu, bupati
mengapresiasi langkah Dispedikbud yang mengawali
penggunaan pakaian khas Situbondo. “Dunia pendidikan sudah
mulai. Secara kesluruhan, di hari jadi kabupaten nanti sudah
dimulai di kantor-kantor,” ujarnya.
Bupati dua periode itu mengatakan, mempublikasi pakaian
khas merupakan cara pemerintah menggali budaya
peninggalan nenek moyang. Dia yakin, jika dijadikan sebagai
pakaian keseharian pada waktu tertentu, maka akan terbentuk
karakter daerah yang memiliki kekhasan tersendiri.
Menyinggung tentang peringatan hardiknas, pendidikan

dan budaya harus terus disinergikan. Dengan begitu,
pendidikan karakter akan mengakar kuat. “Karena budaya itu
roh yang bisa menjadi pengikat tanggung jawab, rasa memiliki
terhadap tradisi, dan mengikat segala sesuatu yang menjadi
kekuatan lokal,” kata Dadang.
Dadang menambahkan, penguatan kebudayaan yang
dilakukan pemerintah daerah bersama beberapa komunitas,
adalah upaya agar pendidikan menghasilkan karakter khas
yang menjadi kekuatan. “Ketika kekuatan menjadi satu
kesatuan antara pendidikan dan budaya, maka akan muncul
karakter yang unggul,” pungkasnya.
Kepala Dispendikbud Situbondo, Dr. Fathor Rakhman
menambahkan, fokus perbaikan pendidikan sejalan dengan
tema hardiknas tahun ini. Yaitu menguatkan pendidikan dan
memajukan kebudayaan. “Selaras juga dengan program
pemerintah daerah,” katanya.
Fathor menerangkan, pemerintah daerah di bawah
kepimpinan Bupati Dadang dan Wabup Yoyok Mulyadi, sedang
gencar-gencarnya menguatkan nilai kebudayaan untuk
diangkat sebagai ikon pariwisata. Disdikbud sebagai OPD yang
mengangani masalah kebudayaan, sudah merancang
penguatan pendidikan melalui sejumlah programnya.
Di antaranya, memperluas penggunaan digitalisasi di
sekolah-sekolah. Fathor mengatakan, hal ini sejalan dengan
misi bupati tentang melek digital. “Kemudian, kebudyaaan
dimajukan. Di masing-masing sekolah kita bentuk kelompok tari
landhung,” ujarnya.
Ada juga keharusan memakai pakaian khas Situbondo di
lingkungan Disdikbud dan sekolah. Untuk lembaga pendidikan,
sudah dimulai di Kecamatan Situbondo dan Panji. “Maka tadi
(ketika upacara hardiknas) kalau sudah kita lihat ada sebagian
peserta menggunakan pakaian khas, merupakan cara kita
memberikan informasi kepada masyarakat agar kenal dengan
budayanya sendiri,” kata Fathor.