Dirjen Dikdasmen: Situbondo Berinisiatif dan Mandiri dalam Smart City

Dirjen Dikdasmen: Situbondo Berinisiatif dan Mandiri dalam Smart City

Dirjen Dikdasmen: Situbondo Berinisiatif dan Mandiri dalam Smart City

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 15 April 2019 15:46:24

Penggunaan digitalisasi dalam proses belajar
mengajar di sejumlah lembaga pendidikan telah menegaskan
keberhasilan program smart society. Dunia pendidikan dinilai
mampu menerjemahkan dengan baik program berbasis internet
dan teknologi (IT) itu.
Hal ini disampaikan Bupati Dadang Wigiarto usai
launching pembelajaran berbasis digital dan peresmian gedung
fisik SPMN 1 Situbondo, 15 April 2019. Peresmiannya oleh
Dirjen pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI,
Hamid Muhammad.
Dadang menerangkan, Pemkab Situbondo sudah
mencanangkan smart society beberapa tahun lalu. Yaitu sistem
pemerintahan berbasis elektronik. “Kami sangat bangga karena
komiten membangun smart society sudah sampai ke dunia
pendidikan. Seperti yang kita ketahui, pendidikan merupakan
bidang yang cukup strategis,” ujarnya.
Ini menunjukkan, ada harapan besar menggaungkan smart
society di Situbondo lebih luas lagi. Dengan penggunaan
digitalisasi di dunia pendidikan, Dadang yakin, kualitas lulusan
akan semakin baik. “Sehingga kita akan mampu bersaing di
semua lini,” katanya.
Dirjen Dikdasmen Kemedikbud, Hamid Muhammad
menerangkan, penggunaan digitalisasi dalam pembelajaran
sangat dibutuhkan. Pemerintah pusat terus mendorong seluruh
dunia pendidikan di Indonesia untuk mengoptimalkan
pembelajaran berbasis digital. “Situbondo salah satu kabupaten
yang lebih awal mengadopsi pembelajaran berbasis digital,”
ujarnya.

Karena itu, dia memberikan apresiasi yang sebesar-
besarnya kepada Pemkab Situbondo. Hamid mengatakan, tidak

hanya SMPN 1 Situbondo yang telah menggunakan digitalisasi.
Akan tetapi ada beberapa lembaga pendidikan yang lain di Kota
Santri. “Ini luar biasa, karena Situbondo tidak pernah kita pandu
secara khusus. Di sini mandiri dan berinisiatif sendiri,” jelasnya.
Ke depan, Hamid berharap, lebih banyak lagi lembaga
pendidikan di Situbondo yang menggunakan digitalisasi.
Kemdikbud bersedia untuk terus mendorong dan memfasilitasi.
“Karena dengan penggunaan digitalisasi, kompetensi siswa
akan lebih baik,” pungkasnya.
Kepala Disdikbud Situbondo, Fathor Rakhman
mengatakan, sudah ada beberapa sekolah di Situbondo yang
menggunakan digitalisasi dalam pembelajaran. Akan tetapi,
yang sudah sempurna, baru tiga sekolah. “Salah satunya
SMPN 1 Situbondo,” terangnya.
Dia menegaskan, ini merupakan implementasi dari visi-misi
bupati tentang program smart society. Fathor mengatakan,
pemerintah daerah melalui Disdikbud siap membantu
kebutuhan sekolah untuk menunjang penggunaan digitalisasi
dalam kegiatan belajar mengajar. “Karena sistem digital bagian
yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan prestasi siswa,”
ujarnya.
Launching pembelajaran berbasis digital ditandai dengan
pengguntingan rangkaian bunga melati dan pelepasan balon
oleh Dirjen Dikdasmen dan bupati. Ada juga penandatanganan
prasasti peresmian gedung fisik SMPN 1 Situbondo.
Kepala SMPN 1 Situbondo, Tatik Krisnawati mengatakan,
pada tahun ajaran 2018 lalu, sekolah yang dipimpinnya itu
mendapatkan bantuan pembangunan gedung laboraturium dari
Kemendikbud. Saat ini, SMPN 1 Situbondo telah memiliki
laboraturium komputer, IPS, dan laboraturium IPA.
“Alhmadulillah, hari ini sudah diresmikan oleh Dirjen
Dikdasmen,” katanya.
Dia berharap, pada tahun ini, kembali mendapatkan
bantuan pembangunan gedung fisik. Sebab, masih ada

beberapa laboraturium yang dibutuhkan. Seperti laboraturium
kesenian dan keterampilan. Sehingga sarana di SMPN 1
Situbondo semakin lengkap. “Kita perlu dilengkapi sarana
prasarana, karena SMPN 1 Situbondo sudah tidak diragukan
kualitasnya. Siswanya banyak yang berprestasi,” pungkas
Tatik.