Dispendikbud Susun Panduan Kegiatan Hajatan

Dispendikbud Susun Panduan Kegiatan Hajatan

Dispendikbud Susun Panduan Kegiatan Hajatan

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Kebudayaan | 15 September 2020 14:33:25

DISPENDIKBUD– Pemerintah daerah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah mempersiapkan panduan untuk kegiatan hajatan. Itu nanti menjadi acuan bagi masyarakat dalam melaksanakan acara-acara hajatan.
    Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto usai menghadiri simulasi pernikahan era new normal di halaman depan Dispendikbud kemarin mengatakan, panduan tersebut akan dibuat berbentuk audio visual. “Kita persiapkan dulu. Nanti dievaluasi dan didiskusikan di tingkat satgas,” jelasnya, 08 Oktober 2020.
    Bupati Dadang yakin, adanya panduan khusus tersebut, akan mendapatakan sambutan dari masyarakat. Sebab, ada banyak pihak yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan hajatan. Terutama, komunitas di bawah terop. “Sejak pandemi Covid-19, mereka tidak bisa mencari nafkah,” jelasnya.
    Dalam komunitas di bawah terop ini, di dalamnya ada usaha jasa sewa-menyewa alat resepesi, perias penganten, fotografer, serta pelaku seni. “Selama ini, mereka survive  dari penghasilan di profesi ini. ketika sudah ada panduan, berarti mereka sudah bisa bisa bekerja lagi,” kata Dadang.
Bupati dua periode itu menambahkan, menjaga kesehatan masyarakat dan kegiatan perekonomian, merupakan dua hal yang harus tetap berjalan. Di tengah upaya melindungi diri dari ancaman Virus Korona, kegiatan perekonomian tidak bisa diabaikan. 
Dadang mencontohkan dengan kerja rem dan gas dalam kendaraan. Ada waktunya gas diinjak untuk memercepat laju kendaraan, kemudian direm untuk memperlambat laju. “Rem sedikit, tapi mesin kendaraan tidak mati. Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah pandemi,” katanya.
Kepala Disdikbud, Ahmad Junaidi mengatakan, dalam simulasi pernikahan tersebut, protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat. Misalnya, mencuci tangan, tes suhu tubuh, serta penerapan sosial distancing. “Undangan dibatasi dengan menjaga jarak,” katanya.
Dia menambahkan, besar harapan, simulasi tersebut menghasilkan visualisasi yang bagus, sehingga bisa diikuti oleh masyarakat. “Hari ini kita memvisualisasikan, bagaimana preoses pernikahan, mulai dari akad sampai resepsi. Harapan kita, menjadi acuan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)