Guru Dibimbing Bisa Membuat Modul Untuk Siswa

Guru Dibimbing Bisa Membuat Modul Untuk Siswa

Guru Dibimbing Bisa Membuat Modul Untuk Siswa

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 21 November 2020 08:37:00

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo (tengah) duduk di hadapan para peseta. Dia yang membuka kegiatan Bimtek pembuatan modul belajar siswa.

 

ASPIRASI- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan modul pembelajaran secara daring dan luring, 20 November 2020. Kegiatan tersebut diikuti oleh 42 guru SD dari 17 Kecamatan Se Kabupaten Situbondo.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, H Ahmad Junaidi. Narasumber dalam kegiatan tersebut berjumlah empat orang. Dua diantaranya Dosen Universitas Jember (Unej). Yakni Profesor Drs Dafik, M. SC, Ph.D dan Ika Hesti Agustin, S.Si, M.Si. Sementara dua lainnya adalah pengawas SD dan Guru SDN 2 Dawuhan. Mereka adalah Ahmad Taufiq dan Supriyono.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, pelatihan pembuatan modul untuk guru SD memang sangat dibutuhkan. Khususnya di masa-masa pandemi seperti sekarang.

"Kami berharap pasca pelaksanaan Bimtek para guru sudah bisa membuat modul untuk siswa. Sehingga, peserta didik sudah bisa melakukan pembelajaran secara mandiri. Dan saya yakin hal demikian lebih efektif untuk transformasi keilmuan," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Kepala Dinas Pendidikan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan menggelar penyusunan modul untuk guru SMP. Pesertanya sekitar 35 guru dari 24 lembaga SMP.

"Jadi di sana mereka langsung membuat modul dengan didampingi pembina mata pelajaran masing-masing. Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari. Dari tanggal 23, 25, dan 27," tuturnya.

Kata Kepala Dinas Pendidikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi rencana penyusunan modul bersama seluruh peserta penyusunan modul. "Kita petakan KI/KD dari kurikulum 13 . Di mana rencananya akan disusun modul untuk empat mata pelajaran. Yakni IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," terangnya.

Hasil dari penyusunan tersebut akan langsung dicetak. Setelah itu diserahkan ke dinas pendidikan. "Setelah itu digandakam dan disebar ke seluruh siswa SMP kelas VII dan VIII di Kabupaten Situbondo," ungkapnya. (*)