Hanya Empat SMPN Laksanakan PPDB Mandiri

Hanya Empat SMPN Laksanakan PPDB Mandiri

Hanya Empat SMPN Laksanakan PPDB Mandiri

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 09 April 2019 08:46:58

Pelaksaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Mandiri Jalur Test tahun 2019 sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Ini dapat dilihat dari SMPN sebagai sekolah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan PPDB Mandiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo tampak lebih sedikit. 
Tahun ini hanya ada empat sekolah.  Yakni, 2 SMP model, dan 2 SMP rujukan yang ditunjuk untuk melaksanakan PPDB Mandiri lewat jalur tes. Yakni SMPN 3 Besuki sebagai SMP Model mewakili wilayah barat, SMPN 1 Situbondo sebagai SMP Rujukan Nasional, dan SMPN 1 Panji sebagai SMPN Model mewakili wilayah tengah, serta SMPN 1 Asembagus yang juga merupakan SMPN Rujukan Nasional mewakili wilayah timur. 
Mengapa lebih sedikit? Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyatakan, tentu salah satu tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi para orang tua untuk menyekolahkan putra dan putrinya yang memiliki potensi secara akademik tanpa harus jauh mencari sekolah dengan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. 
“Di samping itu untuk menggarap kualitas siswa pada zona tertentu, dengan kualitas secara maksimal tanpa mengurangi aspirasi masyarakat yang sangat menginginkan putra-putrinya pada sekolah tertentu yang dianggap memiliki peluang untuk mengantarkan siswa dengan standar belajar yang memadai secara kualitas,” papar Kadisdikbud, 31 Maret 2019.

Dia optimistis, jika konsisten bisa berjalan setiap tahun, maka sudah ratusan, bahkan ribuan dari empat lembaga SMP tersebut melahirkan SDM yang berkualitas. “Mereka akan menjadi generasi unggul untuk membangun Situbondo,” papar Fathor Rakhman. 
Karena itulah, dia meminta SMPN yang ditunjuk dalam PPDM Mandiri Jalur Test tadak boleh main main. Menyalahgunakan kepercayaan yang  diamanahkan atau diberikan oleh Pemkab Situbondo yang dilewatkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Semuanya harus menjaga, jangan sampai ada anak yang memiliki kemampuan atau potensi harus nya diterima menjadi tidak diterima karena dari latar orang tuanya misalkan tidak mampu. Atau, sebaliknya jangan sampai ada anak diterima hanya dilihat karena orang tuanya secara finansial cukup mampu,” imbuh kadisdikbud.
 Dia mengimbau pada masyarakat agar tidak mencoba mempengaruhi Kepala Sekolah dan Guru yang menjadi panitia dalam PPDB Mandiri Jalur Test. Tidak usah ragu dan takut melaporkan jika ada oknum kepala sekolah atau guru yngg mencoba bermain dalam kegiatan penerimaan seleksi siswa jalur test pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Saya akan tindak kalau ada oknum KS atau Guru yang melakukan penyimpangan, bahkan sampai kepada pencopotan jabatan,” ancamnya. (*)