Ingin Sekolah Lahirkan Tari Khas

Ingin Sekolah Lahirkan Tari Khas

Ingin Sekolah Lahirkan Tari Khas

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Kebudayaan | 27 Maret 2019 15:40:19

Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SKB),
mengikuti mengikuti pelatihan tari tradisional dan kreasi, Rabu
27 Maret 2019. Kegiatan yang dilaksanakan Bidang
Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) itu
digelar selama dua hari, yaitu mulai kemarin sampai hari ini.
Kepala Disdikbud Situbondo, Fathor Rakhman, saat
membuka pelatihan berharap, melalui kegiatan itu, akan lahir
tari khas melalui sekolah-sekolah. Sehingga semakin
memperkaya khasanah seni dan budaya Situbondo.
Fathor menerangkan, Jika dalam satu kecamatan lahir
lima tarian, maka sudah ada 85 jenis tari. Karena itu, Fathor
meminta kepada peserta untuk berkolaborasi dalam menyusun
terciptanya tarian. “Tentunya, tarian yang mengandung makna
dan memiliki karakter tersendiri,” ujarnya.
Beberapa sekolah, kini sudah melahirkan tarian khas.
Fathor mengaku, atas nama pemerintah daerah, dirinya sangat
bangga dengan kemunculan tarian itu. Dia mencontohkan
tarian di Kecamatan Sumbermalang. Jenis tarian ini sudah
menggambarkan budaya dan gografis daerah tersebut.
“Namanya Tari Dewi Rengganis. Karakternya sangat cocok
dengan kondisi daerahnya,” ujarnya.
Fathor mengatakan, tarian lahir tidak hanya memiliki

gerakan tertentu. Bukan hanya memperagakan lenggak-
lenggok tubuh. Tetapi diciptakan melalui hasii pemikiran

mendalam. “Tarian yang sesungguhnya memang seperti itu,”
imbuhnya.
Fathor mengatakan, tari merupakan bagian dari
kebudayaan. Berbicara budaya, maka sedang membicarakan
identitas suatu daerah, bahkan identitas bangsa. Karena itu,
menjaga kelestarian seni dan budaya, hal yang sangat penting.
“Kecintaan terhadap seni melahirkan kreasi, melahirkan daya

cipta,” ujarnya.
Kabid Kebudayaan Disdikbud, Bambang Purwanto
mengatakan, jumlah guru SKB yang ikut pelatihan sebanyak
120 orang. Mereka terdiri dari 75 lembaga SD dan 45 SMP. Dia
menjelaskan, guru yang ikut memiliki ketertarikan dalam bidang
seni dan budaya. “Harapan kami, dengan pelatihan ini lahir
tarian-tarian baru yang memiliki karakteristik tersendiri,”
ujarnya.
Pelatihan tari tradisional dan kreasi diselenggarakan di
aula PG Panji selama dua hari. Yaitu dari tanggal 27-28 Maret.
Narasumbernya dari akademisi kebudayaan dan pengurus
Dewan Kesenian Situbondo.