Juara Nasional Kedua Lomba Menulis Cerita Anak

Juara Nasional Kedua Lomba Menulis Cerita Anak

Juara Nasional Kedua Lomba Menulis Cerita Anak

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pemb. Pendidik dan Tenaga Kependidikan | 02 Januari 2019 09:40:37

DISDIKBUD – Puspita Ningrum tak pernah menyangka jika akan keluar sebagai juara lomba menulis yang diselenggarakan PGRI pusat. Awalnya dia hanya coba-coba untuk menulis lebih serius dalam dunia yang sudah lama ditekuninya tersebut.
     Guru SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Sumbermalang tersebut mengakui, jika sejak awal dirinya kurang percaya diri saat menulis. Apalagi jika untuk kepentingan dipublikasikan. “Dulu saya menulis hanya sekedar untuk menyalurkan hobi,” paparnya.
    Saat di bangku kuliah, Puspita mengambil jurusan Matematika. “Kalau masalah menulis saya sudah suka sejak dulu. Namun, tulisan tulisan saya hanya dijadikan koleksi pribadi,” kenangnya. 
Begitu mengetahui ada lomba menulis kali ini, seperti ada kekuatan yang mengantarkan Puspita untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dia pun memilih ikut lomba menulis cerita anak.
    “Ada tiga kategori lomba. Lomba cerita anak, cerita remaja dan penulisan artikel populer. Teman-teman saya di Sumbermalang ikut yang cerita remaja dan artikel populer. Saya ikut lomba cerita anak. Ternyata saya lolos,” paparnya.
    Guru yang tinggal di Desa/Kecamatan Besuki ini mengungkapkan,  sebelum menuju tingkat nasional, dia terlebih dahulu berlomba di tingkat provinsi.    “Dan ternyata saya juara satu. Lalu kemudian diikutkan lagi di tingkat nasional. Dan mendapatkan juara tiga,” beber wanita yang belum menikah ini.
    Dari lomba tersebut, selain mendapatkan piala dan piagam penghargaan, dia juga mengaku mendapatkan sejumlah uang. “Kalau dari provinsi, saya mendapakan uang pembinaan sebesar satu juta. Kalau di nasional, sebanyak dua juta. Tapi dipotong pajak,” ungkapnya.
    Untuk berapa jumlah peserta yang ikut dalam lomba tersebut, Puspita mengaku tidak tahu secara pasti. Yang jelas, teman-temannya dari Sumbermalang yang ikut event serupa ada empat orang. “Kita tidak ke sana (Jakarta). hanya mengirimkan karya,” jelasnya.
 Disebutkan, lomba menulis tingkat nasional dilaksanakan dalam rangka peringatan hari guru dan serta aksara nasional. Puspita mendapatkan informasi adanya lomba tersebut dari koordinator Guru Garis Depan (GGD) Kecamatan Sumbermalang. “Koordinator GDD mendapatkan kabar itu dari ketua PGRI Sumbermalang,” ungkap guru kelahiran Pati, Jawa Tengah ini.
    Kini setelah dinobatkan sebagai juara, Puspita mengaku mulai percaya diri untuk memublikasikan karya-karyanya. Bahkan dia berencana untuk menerbitkan sebuah buku.”Saya akan terus mengasah kemampuan menulis saya. Makanya sebagian uang hasil juatra itu saya belikan buku untuk menunjang kreatifitas saya. Sedangkan sisanya, saya berikan kepada ibu,” bebernya. (*)