Ka. SMP Terpencil Meraih Prestasi Tingkat Nasional

Ka. SMP Terpencil Meraih Prestasi Tingkat Nasional

Ka. SMP Terpencil Meraih Prestasi Tingkat Nasional

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 02 Januari 2019 09:26:56

Ia, langkah-langkah inspiratif yang diambil oleh Sucipto di SMPN 3 Arjasa telah mengantarkannya meraih prestasi membanggakan tersebut. “Saya berada di posisi kedua, karena kalah masa pengabdian saja dengan yang nomor pertama,” terang Sucipto.
Kata dia, dirinya baru mengabdi dua tahun di SMPN 3 Arjasa. Sedangkan juara pertama adalah kepala sekolah yang sudah mendedikasikan pengabdiannya di Gorontalo selama empat tahun. 
Predikat juara kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi Sucipto diawali dari masa-masa awal penugasan di SMPN 3 Arjasa.  Ketika pertama kali datang, dia melihat banyak hal yang tidak termanfaatkan dengan baik. Sucipto pun melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kebijakan agar bisa memanfaatkan lahan sekolah sebagai ladang kewirausahaan sekolah. 
“Kita bekerjasama dengan Manajer PTPN XII Perkebunan Kopi Kayumas untuk penanaman, perawatan dan pelatihan pemanfaatkan potesi lokal Kopi Arabika,” kenang kepala sekolah yang mahir berbahasa Inggris tersebut.
 Nah, ketika ada lomba Kepala Sekolah Berprestasi, program-program itulah yang kemudian dibawa. Ternyata mendapat respon positif. Sucipto mewakili Situbondo dan Jawa Timur maju ke tingkat pusat. “Di Jawa Timur saya masih harus melalui pembinaan dan pelatihan,” imbuhnya.
 Menurut Sucipto, dirinya begitu optimis dengan programnya tersebut. Itu dijadikan andalan atau semacam simbol bahwa potensi lokal harus digerakkan sebagai ladang kewirausahaan yang cocok untuk konteks sekolah seperti SMPN 3 Arjasa.
“Terkait dengan itu, kami garap sekolah kami, juga harus berwawasan lingkungan dan alam sekitar. Sehingga, kami mendorong guru-guru dan semua warga sekolah untuk memanfaatkan lahan dan juga lingkungan sekitar sebagai sarana media pembelajaran,” paparnya.
 Dari sana lah, guru guru di SMPN 3 Arjasa banyak memanfaatkan alam sekitar sebagai media pembelajaran. “Contoh tentang pemanfaatan limbah kopi, tanaman–tanaman yang ada di sana untuk kita usahakan sebagaio sarana pembelajaran anak anaka termasuk lingkungan, air terjun, PTPN, masyarakatnya kita garap menjadi sebuah gerakan kembali ke alam sekitar, ya seperti sekolah alam itu lah,” terang Sucipto. (*)