Kadispendik Jadi Nara Sumber Talk Show Literasi

Kadispendik Jadi Nara Sumber Talk Show Literasi

Kadispendik Jadi Nara Sumber Talk Show Literasi

Oleh Root Administrator | Kategori Sekretariat | 22 Oktober 2019 15:59:36

Kepala Dispendikbud, Fathor Rakhman menjadi
nara sumber dalam talkshow literasi yang mengambil tema
“Cintai Literasi Berani Berinovasi”, 22 Oktober 2019. Acara
yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK)
Kabupaten Situbondo ini dalam rangka memperingati Hari
Santri.
Kepala Dispendikbud, Fathor Rakhman menjelaskan,
mencerdaskan kehidupan berbangsa merupakan amanat
undang-undang dasar 1945. Ini artinya, semua pihak memiliki
tanggung jawab meningkatkan minta baca dan budaya literasi
di tengah-tengah masyarakat. ”Mulai dari keluarga, sekolah,
pemerintah, dan seterusnya,” ujarnya.
Karena itu, dia mengapresiasi workshop yang digelar DPK.
Menurutnya, itu merupakan bagian dari mencerdaskan
kehidupan berbangsa. “Tentu, ini acara yang bagus sebagai
sarana mencetak generasi cerdas,” tambah Fathor.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK)
Basuki, mengatakan, salah satu tujuan kegiatan yang
digelarnya adalah untuk meningkatkan minat baca dan literasi.
Sedikitinya 30 peserta mengikuti workshop. Mereka terdiri dari
komunitas penulis muda Situbondo, guru SD SMP, SMA, serta
Ketua OSIS.
Ada empat narasumber yang dihadirkan. Yaitu Kepala
Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbu), Fathor
Rakhman; Kepala DPK, Basuki; Sekretaris DPK, Usman;
Kepala Bidang Perpustakaan, Tri Cahya. Masing-masing nara
sumber memberikan gambaran dan solusi agar masyarakat
mencintai literasi serta berani berinovasi.
Dia mengatakan, DPK memiliki sejumlah inovasi untuk
meningkatkan minat baca masyarakat. Di antaranya, pelayanan
tujuh hari kerja, masyarakat puas (Pantura Mas). Yaitu

pelayanan mulai Hari Senin sampai Minggu. “Tujuannya, agar
semua masyarakat leluasa memilih waktu berkunjung dan
menikmati pelayanan di perpustakaan,” katanya.
Ada juga inovasi Jempol Berlian atau Jemput bola bersama
literasi anak. Basuki mengatakan, dalam inovasi ini ada
perpustakaan keliling, kerja sama pinjam pakai buku, serta
membuka pelayanan di arena car free day. “Kemudian sesekali
kita mengaji siswa TK dan SD bereplikasi literasi di obyek
wisata,” jelas Basuki.
DPK juga punya inovasi Ceri Manis (Cerdas Cerita
Bermain dan Berimajinasi) dan E-Pusda atau buku digital
perpusatakaan. Dalam ceri manis, kami menerima kunjungan
siswa TK. Saedangkan E-Pusda layanan buku digital
perpustakaan yang bisa di download,” pungkas Basuki.