Kenalkan Ujian Berbasis Komputer pada Siswa SD

Kenalkan Ujian Berbasis Komputer pada Siswa SD

Kenalkan Ujian Berbasis Komputer pada Siswa SD

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 12 April 2019 15:46:32

Para siswa SD mulai dikenalkan dengan ujian
berbasis komputer. Sabtu 12 April 2019 beberapa siswa
mengikuti try out computer based test (CBT). Try out
dilaksanakan di SMPN 1 Situbondo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman
mengatakan, try out CBT untuk mengenalkan siswa pada
teknologi komputer pada siswa di jenjang pendidikan dasar.
Melalui pengenalan teknologi, akan terbangun karakter peserta
didik yang berintegritas dan memiliki kejujuran.
Dengan demikian, tidak hanya nilai ujian semata yang
dicapai. Tetapi, tertanam nilai-nilai kejujuran yang dijadikan
landasan dalam mendapatkan nilai ujian dan kompetensi di
sekolah. “Di situlah nilai yang sebenarnya,” imbuh Fathor.
Peserta try out sebanyak 68 siswa SD se Kabupaten
Situbondo. Mereka merupakan peserta try out kecamatan
terbaik. Masing-masing kecamatan mendelegasikan empat
siswa dari SD yang berbeda.
“Ini sekaligus juga akan mengukur keberhasilan guru di
masing-masing kecamatan. Siapa anak yang terbaik, kemudian
sekolah mana saja yang sudah mengenalkan IT kepada anak
didiknya,” kata Fathor.
Di antara seluruh peserta, Fathor menyampaikan, dirinya
akan mencari sepuluh terbaik dengan skor nilai yang dan
memuaskan. Jika sudah terjaring sepuluh terbaik, Fathor akan
memberikan hadiah khusus kepada mereka. “Sebagai
rangsangan saja. Kami hanya ingin, secara bertahap kualitas
pendidikan merata di seluruh Kabupaten Situbondo,” katanya.
Fathor menjelaskan, penggunaan IT merupakan
keharusan. Makanya, sekolah dituntut siap. Sebab, ke depan,
sistem evalusi terhadap siswa tidak bisa diintervensi oleh

siapapun. “Karena itu, siswa harus memiliki kompetensi.
Sedangkan kompetensi itu diantarkan oleh para guru,” ujarnya.
Fathor menyadari, tidak semua lembaga yang memiliki
sarana-prasarana memadai. Masih ada beberapa sekolah yang
kesulitan mengakses teknologi. Terutama sekolah yang jauh
dari perkotaan. “Secara bertahap, sekolah yang ada di
pinggiran itu akan dikenalkan dengan teknologi,” katanya.
Pengenalan teknologi kepada siswa tidak hanya sebatas
memahami cara penggunaannya. Akan tetapi mereka bisa
memanfaatkan untuk hal positif. “HP android tidak hanya untuk
chating atau browsing, tetapi untuk mencari materi ajar, untuk
hal-hal positif pada dunia pendidikan,” pungkasnya.
Ketua Paguyuban Korwil Pendidikan, Yon Dirianto
menambahkan, try out beberapa kali dilaksanakan. Baik di
tingkat kecamatan maupun kabupaten. Dengan try out tersebut,
dia berharap, siswa terbiasa menggunakan IT. “Pada
pelaksanaan USBN nanti sudah siap, sehingga menghasilkan
hasil yang terbaik,” katanya.