Masih Ada Guru Lambat Datang dan Pulang lebih Awal

Masih Ada Guru Lambat Datang dan Pulang lebih Awal

Masih Ada Guru Lambat Datang dan Pulang lebih Awal

Oleh Root Administrator | Kategori Sekretariat | 13 Februari 2020 13:42:21

Anggota Komisi IV DPRD memonitor tingkat kehadiran guru. tenaga pengajar yang mengajar dan tidak mengajar, bisa terpantau

DISPENDIKBUD– Tingkat kedisplinan guru di sekolah-sekolah secara umum masih baik. Akan tetapi, tidak sedikii di antara para tenaga pengajar itu, tingkat kedisiplinannya rendah.
    Berdasarkan pantauan sistem montoring Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, ada beberapa guru yang lambat datang ke sekolah. Di samping itu, beberapa guru juga terpantau sering pulang lebih awal dari jam pulang sekolah seharusnya.
    Kepala Dispendikbud Situbondo, Ahmad Junaidi membenarkan hal itu. Dia mengatakan, guru yang lambat datang atau pulang lebih awal, langsung ada tanda khusus dalam sistem Dispendkbud. Misalnya muncul warna kuning dengan simbol huruf “T” di sistem untuk guru yang terlambat. “Jadi, sudah terpantau semua. Berapa guru yang masuk dan yang tidak hari itu, langsung kelihatan,” katanya, 03 Januari 2020.
    Dia menjelaskan, sistem di Dispendikbud tersambung dengan finger print di sekolah-sekolah. Ketika guru mengisi absensi, langsung terpantau di sistem. “Kita sudah menerapkan absensi hampir di seluruh lembaga SD dan SMP yang berada di bawah naungan Dispendikbud,” ujarnya.
    Junaidi menambahkan, absensi finger print diterapkan baru satu tahun. Dia mengaku, melalui absensi kehadiran berbasis online itu, guru dipaksa untuk disiplin. “Sejak diterapkan, tingkat kedisplinan guru sudah bagus, meskipun ada beberapa orang yang tetap kurang disiplin,” katanya.
    Dia menjelaskan, penerapan finger print tidak hanya terpantau. Tetapi berdampak terhadap tambahan penghasilan pegawai (TPP). “Jadi, kalau tingkat kedisplinan rendah, secara tidak langsung mengurangi TPP mereka. Guru akan rugi sendiri,” ujar Junaidi. 
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) itu berharap, tahun ini kedispilinan guru mengalami peningkatan. Guru yang sering tidak masuk mengajar atau lambat datang, jumlahnya bisa berkurang. “Kita sudah menerapkan (fnger print), maka ketentuan yang ada ditaati,” imbaunya. 
Junaidi menambahkan, penarapan finger print di beberapa lembaga pendidikan masih kurang optimal. Terutama di sekolah pelosok. Sebab, meski sistemnya sudah ada, kerap terkendala jaringan. “Sinyal kurang bagus. Ini tugas kita ke depan,” pungkasnya. (*)