Modul Penunjang Materi Pembelajaran SMP Mulai Disusun

Modul Penunjang Materi Pembelajaran SMP Mulai Disusun

Modul Penunjang Materi Pembelajaran SMP Mulai Disusun

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 24 November 2020 08:39:12

Modul Penunjang Materi Pembelajaran SMP Mulai Disusun

Tim melakukan penyusunan terhadap modul penunjang materi pembelajaran SMP

 

DISPENDIKBUD– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo mulai menyusun modul penunjang materi pembelajaran SMP. Tim penyusun terdiri dari guru pembina mata pelajaran (mapel) dan koordinator mapel.

                Kepala Dispendikbud, Ahmad Junaidi mengatakan, penyusunan modul difokuskan untuk empat mapel. Yaitu   Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. “Modul ini sebagai materi penunjang peserta didik SMP kelas VII dan kelas VIII untuk semester genap tahun pelajaran 2020-2021,” jelasnya.

Penyusunan dimulai tanggal 23-27 November. Pada hari pertama, tim akan memetakan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD). Setelah dipetakan, penyusun mematangkankan. Kemudian masuk ke tahapan penuntasan. Barulah menghasilkan modul.

“Lanjut ke proses penggandaan, dan diberikan kepada lembaga SMP se Kabupaten Situbondo. Sehingga modul ini bisa dimanfaatkan sebagai materi penunjang bagi materi utama empat mapel,” kata Junaidi.

Junaidi menambahkan, dalam proses penyusunan, tim tetap memperhatikan kaidah-kaidah penulisan. Misalnya, ketika ada narasi yang diambil dari internet atau sumber lain, akan dimasukkan dalam daftar pustaka. “Pasti dirangkum dalam daftar pustaka, karena itu etika dalam penulisan yang tidak boleh diabaikan,” jelasnya.

Dalam modul penunjang ini, nama-nama guru yang terlibat dalam tim penyusunan, akan dimasukkan di draft modul tersebut. Sehingga, bermanfaat dalam penambahan perhitungan angka kredit guru.

Sementara itu, Junaidi mengaku, modul penunjang materi pembelajaran tersebut, bisa dimanfaatkan untuk materi pembelajaran tatap muka (luring) serta daring. Kalau disajikan dalam pembalajaran tatap muka, guru tinggal menyajikan teks modul.

Sebaliknya, kalau dimanfaatkan dalam pembelajaran daring, tinggal dikonsep ulang untuk penyajian secara digital. Filenya dimasukkan di google class room. “Jadi, satu modul ini bisa bermanfaat di metode pembelajaran daring maupun luring,” pungkasnya. (*)