PKBM Bina Bangsa Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

PKBM Bina Bangsa Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

PKBM Bina Bangsa Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Paud dan Dikmas | 04 Februari 2020 13:59:07

DISPENDIKBUD– Warga belajar program kejar paket tidak hanya mendapatkan materi-materi akademik saja. Akan tetapi, mereka juga dibekali keterampilan lain agar lebih siap menghadapi lapangan kerja.
Seperti program pelatihan pemandu wisata digelar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa Kabupaten Situbondo, beberapa waktu lalu. Sasarannya, warga belajar Program Paket C yang mencapai 40 orang. Mereka juga mendapatkan materi manajemen pengelolaan desa wisata.
Kadispendikbud Situbondo, Ahmad Djunaedi mengatakan, pelatihan tentang manajemen pengelolaan desa wisata dan pemandu wisata sangat tepat diberikan kepada warga belajar Paket C. Sebab, saat ini sudah bermunculan desa-desa wisata. “Desa-desa tersebut sedang gencar mengelola sektor pariwisata,” jelasnya 02 Maret 2020.
Ketua PKBM Bina Bangsa Situbondo, Rosyid Hamidi mengatakan, pelatihan diberikan kepada warga belajar Paket C setara SMA yang duduk di kelas akhir. Mereka mendapatkan pelatihan  melalui Pendidikan Kecakapan Kerja bagi warga Paket C (PKKC). “Tujuaannya, agar setelah lulus dari Paket C memiliki keterampilan kerja,” ujarnya.
Rosyid mengaku, pelatihan terlaksana kerja sama PKBM Bina Bangsa dengan Direktorat Kursus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dia berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, peserta didik kejar Paket C siap bekerja di sektor pariwisata. “Pelatihan dilaksanakan sejak awal Desember 2019 lalu,” katanya.
 PKBM Bina Bangsa mendatangkan narasumber berkompeten. Di antaranya, Andi Yuono, Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata (Asidewi); M. Edward Kailupan, Owner Costa Coffee Company; dan Johar Muhdor, Tim Kreatif Asidewi. Narasumber lainnya, Ahmad Suaib, Tim IT Asidewi; dan Agung Hariyanto selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Situbondo.
Materi yang disampaikan meliputi, manajemen desa wisata, manajemen kedai dan pengolahan kopi, koneksi desa wisata melalui teknologi menghadapi era digital, serta materi digital marketing dan penyusunan paket wisata.
Andi Yuono, Ketua Asidewi menerangkan, dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi. Akan tetapi ada juga praktek lapangan dan magang. “Pelatihan ini sangat penting,” ujar pria yang juga Ketua Prodi Poltek Pariwisata Malang itu.  (*)