Puluhan Aktifis FP2EM Datangi Kantor Dinas Pendidikan

Puluhan Aktifis FP2EM Datangi Kantor Dinas Pendidikan

Puluhan Aktifis FP2EM Datangi Kantor Dinas Pendidikan

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Paud dan Dikmas | 23 Maret 2020 14:14:06

DISPENDIKBUD - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Ahmad Djunaidi menegaskan bahwa sejak awal pihaknya menginginkan agar anggaran untuk guru PAUD dinaikkan dan diperpanjang. Hanya saja, pihaknya tidak mampu mengusulkan ke tim anggaran.
Sebab, yang berhak memutuskan penaikan insentif guru PAUD adalah tim anggaran. Bukan Dinas Pendidikan. Selain itu, kata Junaidi, pemberian insentif untuk guru PAUD disesuaikan dengan kekuatan anggaran di daerah. 
“Untuk tahun ini pemerintah hanya mampu hingga bulan ke enam. Apalagi jumlah guru PAUD di Situbondo cukup banyak. Namun jika nantinya usulan aktifis FP2EM diterima, kami juga bersyukur,” ungkapnya saat menemui perwakilan Aktifis Forum Pemerhati Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat (FP2EM). 
    Puluhan aktifis FP2EM melakukan audiensi di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) 10 Juni 2020. Mereka membawa aspirasi agar pemberian insentif bagi guru PAUD diperpanjang. Dari yang awalnya enam bulan menjadi 12 bulan.
    Mereka juga meminta agar insentif guru PAUD dinaikkan. Dari Rp 150 ribu menjadi Rp 250 ribu perbulan.  Selain itu, aktifis FP2EM juga meminta agar pencairan insentif tidak dirapel. Melainkan diberikan setiap bulan.
    Ketua FP2EM, Fathor Zainullah menerangkan, sejumlah tuntutan yang dia layangkan ke Dinas Pendidikan tak lain untuk memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik. “Jujur, kami sangat kasihan ketika mendengar keluh-kesah  para guru PAUD di Situbondo. Bayangkan saja, setiap bulan mereka rata-rata mendapatkan hanya insentif Rp 150 ribu. Itu pun tidak dicairkan perbulan. Namun dirapel hingga beberapa bulan,” terangnya.
    Tak hanya itu, kata Fathor, pihaknya juga sempat mendengar informasi isentif untuk guru PAUD hanya akan dicairkan hingga bulan ke enam. “Artinya bulan ke tujuh hingga 12 mereka tidak mendapatkan apa-apa. Kan kasihan,” terangnya.
Karena itu, kata Fathor, pihaknya memilih datang ke dinas pendidikan. Dengan harapan, keluh kesah guru PAUD benar-benar didengar oleh pemangku jabatan. Sehingga kedepan, aturan-aturan yang tidak ada sesuai dengan harapan masayrakat.
“Alhamdulilah, dinas pendidikan merespon positif semua tuntutan kami. Pertemuan tersebut berakhir dengan sejumlah kesepakatan daan usulan yang akan dibawa ke tim anggaran. Diantaranya, FP2EM dan dinas pendidikan sepakat agar insentif untuk guru PAUD diperpanjang hingga bulan. Selain itu, pihak dinas juga mengusulkan agar pencairan guru PAUD tidak dirapel. Melainkan disalurkan setiap bulan,” terangnya. (*)