Situbondo Unggul Tingkatkan Rata-Rata Lama Sekolah

Situbondo Unggul Tingkatkan Rata-Rata Lama Sekolah

Situbondo Unggul Tingkatkan Rata-Rata Lama Sekolah

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Paud dan Dikmas | 15 Januari 2020 13:41:08

DISPENDIKBUD - Beasiswa Situbondo Unggul dapat digunakan di seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sehingga, diharapkan dengan kemudahan yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan angka rata rata lama sekolah di Kota Santri.
Kepala Dispendikbud, Ahmad Djunaedi menerangkan, tujuan beasiswa Situbondo Unggul untuk meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan angka rata rata lama sekolah siswa yang ada di Kabupaten Situbondo. “Banyak kasus bahwa siswa siswa berprestasi yang ada di Kabupaten Situbondo tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala biaya,” terangnya.
Sebab itulah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupaya untuk membantu siswa-siswa dengan kondisi tersebut agar bisa melanjutkan pendidikan pada bangku perguruan tinggi. “Di antaranya dengan cara membuat inovasi beasiswa Situbondo Unggul ini,” imbuh Kadispendikbud.
Dengan demikian, manfaat yang didapat dari inovasi ini salah satunya adalah terwujudnya impian para siswa. Mereka yang awalnya tidak dapat meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala dana, pada ahirnya dapat meneruskan jenjang pendidikannya ke perguruan tinggi. “hal tersebut akan berimbas juga terhadap meningkatnya kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Situbondo dan meningkatnya angka rata rata lama sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo,” papar Djunaedi.
Disebutkan, Beasiswa Situbondo Unggul dalam pelaksanaannya juga melibatkan data DTD AKP yang merupakan data dari BAPPEDA. Data ini digunakan untuk verifikasi data, apakah benar pendaftar beasiswa ini benar benar dari keluarga kurang mampu atau tidak. “Data ini juga menjadi pertimbangan bobot nilai masing masing pendaftar beasiswa yang akan diseleksi,” imbuhnya. (*)