Tiga Hari Gelar Rembug Pendidikan dan Kebudayaan

Tiga Hari Gelar Rembug Pendidikan dan Kebudayaan

Tiga Hari Gelar Rembug Pendidikan dan Kebudayaan

Oleh Root Administrator | Kategori Sekretariat | 03 November 2019 15:43:04

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Dispendikbud) Kabupaten Situbondo sudah sukses
memanfaatkan IT dalam dunia pendidikan. Inovasi berbasis
digitalisasi ini diapresiasi oleh bupati. Di harapkan,
pemanfaatan IT lebih maksimalkan lagi.
Bupati Dadang Wigiarto mengatakan, dengan aplikasi
yang dimiliki, Dispendikbud telah mampu mengukur setiap
ketercapaian di masing-masing bidang. “Jadi, sangat mudah
mengukuru ketercapaian setiap program melalui aplikasi
berbasis digital yang dimiliki,” ujarnya ketika menghadiri acara
Rembug Pendidikan dan Kebudayaan 03 November 2019 lalu.
Dadang menegaskan, dirinya akan terus mendorong
ketercapaian di bidang IT. Kemudian, melalui aplikasi yang
sudah dibangun, pemanfaatan IT itu agar dijadikan sarana
dalam mendongrak kualitas dan mutu pendidikan di Situbondo.
Melalui forum itu, Bupati Dadang juga berpesan agar
kedisiplinan guru di tingkatkan. Dia mengatakan, guru tidak
hanya meyampaikan materi di dalam kelas. Lebih dari itu,
mereka juga menjadi contoh bagi siswanya. “Kalau tingkat
kedisiplinan guru bagi, maka kualitas pendidikan juga akan
lebih bagus,” ujarnya.
Rembug pendidikan dan kebudayaan dilaksanakan mulai
tangal 31 Oktober sampai 03 November 2019. Kepala
Dispendikbud, Fathor Rakhman mengatakan, forum tersebut
dibicarakan tentang capaian-capaian tahun ini. “Ketika ada
program yang dipandang perlu dilanjutkan untuk kita masukkan
pada tahun berukitnya, maka menjadi cacatan,” katanya.
Fathor mengatakan, semua organisasi, lembaga, sekolah,
pendidik, dan tenaga kependidikan, memiliki keinginan dan
program. Di antara program tersebut, ada yang sejalan dengan

prioritas pemerintah daerah atau visi-misi bupati. “Ketika
berkaitan dengan visi-misi bupati, kita rancang, kita ramu,
kemudian diarahkan dan diakamodir. Sehingga apa yang
menjadi harapan sekolah itu, sudah benar-benar menjalankan
visi-misi bupati,” ujarnya.
Fathor menerangkan, rembug pendidikan dan kebudayaan
melibatkan banyak pihak. Seperti pengawas, penilik, kepala
sekolah, hingga pengurus PGRI. Termasuk juga pegurus
IGTKI, himpaudi, pengurus MKKS, tokoh seniman dan budaya,
dan lain sebagainya. Total peserta yang ikut mencapai 120

orang. “Kegiatan ini akan kita runtinkan agar semua benar-
benar bisa terlaksana dengan baik di lapangan,” imbuhnya.

Fathor mengku, ada beberapa capaian program
Dispendikbud tahun ini. Di antaranya, menekan angka buta
aksara dan meningkatkan rata-rata lama seakolah. Dia
menjelaskan, dalam melaksanakan program tersebut, sudah
ada program kejar paket.
Rembuk pendidikan dan kebudayaan mengangkat tema
"Kebijakan dan Strategi Pendidikan dan Kebudayaan di Era
Digitalisasi (4.0). Fathor menjelaskan, kegiatan tersebut
dilaksanakan untuk meningkatan kualitas pendidikan di
Situbondo.