Tutup Peringatan Hardiknas dengan Gerak Jalan Sehat

Tutup Peringatan Hardiknas dengan Gerak Jalan Sehat

Tutup Peringatan Hardiknas dengan Gerak Jalan Sehat

Oleh Root Administrator | Kategori Bid. Pembinaan Pendidikan Dasar | 04 Mei 2019 15:48:17

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendibud)
Situbondo terus melakukan pengembangan untuk memajukan mutu
pendidikan dan kebudayaan di Kota Santri. Di antaranya dengan
upaya-upaya memperkenalkan nilai seni dan budaya lokal yang ada di
Situbondo.
Misalnya pada penutupan peringatan Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas), Sabtu 4 Mei 2019. Pada kesempatan tesebut,
Dispendikbud bekerjasama dengan Dewan Kesenian Situbondo (DKS)
memperkenalkan Tari Landhung dan pakaian khas Situbondo kepada
masyarakat. Tak hanya itu, pada momen tersebut, Dispendikbud juga
melaksanakan gerak jalan sehat bersama sejumlah organisasi
perangkat daerah (OPD).
Kepala Dispendikbud Situbondo, Fathor Rakhman
mengharap, Tari Landhung dan pakaian khas Situbondo bisa menjadi
branding untuk memajukan Kota Santri. Baik dalam kancah nasional
maupun internasional “Saya mohon doanya, semoga di tahun-tahun
mendatang, kegiatam seperti ini bisa lebih bagus lagi,” jelasnya.
Fathor Rakhman menjelaskan, Hardiknas tahun 2019 ini
bertemakan, ‘Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan’.
Kalimat tersebut dapat diterjemahkan bahwa masih banyak yang harus
dibenahi berkaitan dengan pemerataan kualitas. Serta masih banyak
pula hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan lokal dan perlu kita
lestarikan,” paparnya.
Fathor menambahkan, pihaknya juga berupaya agar kebudayaan
yang dimiliki Situbondo benar-benar terangkat dan dikenalkan ke
permukaan masyarakat. “Untuk kualitas dan pemerataan pendidikan,
sangat sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Situbondo.
Khususnya misi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini yang
seharusnya menjadi kunci keberhasilan segala lini,” paparnya.
Sebab, kata Kepala Dispendikbud, kualitas sangat erat
hubungannya dengan kebutuhan siswa, guru, kepala sekolah, dan staf
di sekolah. “Karena itu, Bupati Situbondo dan Dinas Pendidikan lewat

program Smart Society melahirkan Smart School pada beberapa SMP.
Dimana SMP-SMP tersebut ditunjuk langsung oleh pemerintah
Kabupaten Situbondo,” jelasnya.
Sekolah-sekolah terpilih tersebut dilengkapi dengan berbagai
variasi dan aplikasi yang dibangun di tahun 2019. Termasuk sarana
dan prasarana dalam delapan standar nasional pendidikan.
“Sistem evaluasi belajar dengan perangkat digital terus menerus
dilengkapi oleh pemerintah. Dalam rangka membangun Intergras atau
kejuruan kepada semua SDM. Yang tentu muaranya kepada
peningkatan kualitas seluruh lini pendidikan,” jelasnya.